SAMPEYAN SIBUK KOK BANGGA?

0

Kata Pengangguran Profesional: SAMPEYAN SIBUK KOK BANGGA?

Tadi malam baru denger curhatan seorang anak muda, yang lagi naik daun namanya dan banjir rezekinya.
Katanya lagi nggak enak belakangan ini dengerin omongan tetangga…

Maklum aja, hari-hari hanya di rumah. Keliatan nggak kerja. Barusan mobilnya ganti baru. Kulihat dari paapornya dia barusan pulang dari piknik ke Amerika. Itu mobil Eropanya juga belinya cash. Tapi berhubung hari-harinya keliatan nggak pernah pakai seragam kantor, maka timbullah banyak tanya. Ini anak nggak sibuk kok happy ya hidupnya?

Maklumlah, kerjaanya kan di dunia internet marketing. Jasa mempromosikan produk orang atau event orang lewat online. Baik lewat FB ads maupun Goole Ad. Kerjaannya hanya buka laptop, terus meledakkan omset bisnis orang. Dari yang omsetnya semula puluhan juta, dibikin booming hingga nembus ratusan juta hingga milyaran rupiah. Itu pun prosesnya kadang cuma sambil sarungan atau pakek celana kolor saja.

Gimana tetangga nggak curiga? Dikiranya dia piara pesugihan kali ya?

Banyak pertanyaan berseliweran:
Kok nggak kerja Mas?
Nggak ada kesibukan Mas?
Nggak malu sama kita-kita yang tiap hari pergi pagi pulang malam?

Hahahahaa….
Tetangga dia kok care banget gitu yah?
.
.

Seperti gaya kuliah di Kampus Klatak yang selalu Nganan berpikirnya….

Maka…..
Untuk membesarkan hatinya maka saya pun memberi nasehat begini:

………………

Udah, Mas Brow
Menurutku justru sampeyan yang bener
Tetangganya itu yang belum apdet
Mindset mereka yang masih jadul, kadaluarsa
Hahahahaaaa….

Kok bisa ndan?

.

Lah iyalah…
Lah mereka itu sibuk kok bangga. Itu kan normal aja. Biasa-biasa saja. Apanya yang mau dibanggakan?
Tiap pagi sekali sudah pergi, pulangnya kadang malam. Terlihat sibuk sekali memang. Tapi, kan kemrungsung terus. Nggak bisa nyantai kayak loe. Dia masih kekurangan waktu untuk menganggur kan? Padahal, sibuknya banget tapi Kaya juga kagak kan?

Bagusan loe. Sudah menganggur. Nggak keliatan sibuk. Banyak slownya. Dan tajir. Gua liat paspor loe sudah sampai mana-mana. Masih mudah udah sampai Amerika dan Ameriki. Cap paspormu udah banyak sekali.

Jadi, justru kamulah yang harus bangga kan? Kok malah pusing?

.

Mending kayak loe itu kan yang nggak perlu sibuk, keliatan nganggur full, tapi mau apa saja cukup duitnya.

Kesimpulannya:
Sibuk kok bangga!
Banggalah kalau sudah nggak sibuk, nggak kerja, tapi bisa tajir kaya raya banyak duitnya dan banyak pikniknya. Loe itu sudah bener, contoh anak muda generasi milenia yang perfek. Pengangguran Sempurna tapi Sukses.
Jadi, nggak usah lagi dipikiran omongan-omongan yang nggak penting dipikirin itu….

Kalau perlu, dibilangin itu tetangganya:

Sibuk kok Bangga
Kaya juga kagak?
Apanya yang dibanggakan!

Banggalah kalau sudah mebjadi pengangguran semurna!
Pengangguran Profesional.
Hahahahaa

.

Alhamdulillah….
Nasehat ini masuk.
Dia lebih tenang sekarang

Untuk kaya itu kan nggak perlu sibuk
Justru kalau bisa itu tidak perlu sibuk, keliatan nganggur aja, tapi real kaya, nggak kekurangan, nggak kemrungsung…
Itu baru Keron dan Style Jaman Now!

.

Padahal ya…
itu nasehat ya asal ngomong aja tadi. Asal nyeletuk.

Maksud guwa yang enting bisa bikin dia happy, yang penting nggak pusing lagi, yang penting bisa tenang lagi…

Lagian, jawaban itu juga asal nyomot aja dari omongannya anakmuda Serbejeh, Suhu Payung Fathur Rohman yang kemana-mana kalau ditanya orang kerja di mana? Selalu dijawab: Pengangguran Profesional!

kalau menurut Anda para jamaah fesbukiyah yang berbahagia,
Nasehat kepada anakmuda itu sudah bener apa belum ya?

.

#Sudah Kangen KAMBING CAIRO Cihampelas.
Besok malam harus dipuas-puasinlah pas di BANDUNG!

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Leave a Reply