MENJEMPUT TAKDIR KAYA ATAU BERTAHAN DENGAN TAKDIR MISKIN

0

Prov Among Kurnia Ebo, MCK, PhG (Founder Rich Entrepreneur Academy)

Kenapa yang Kaya makin Kaya? Kenapa yang Miskin tetap Miskin?

Pernah dengar lirik lagunya Rhoma Irama “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin” yang sangat ngetrend pada eranya itu?

Tentu saja sang Raja Dangdut itu tak asal tulis lirik lagu. Setiap kata atau frasa yang hendak dituliskan dan dinyanyikan pastilah sudah melalui perenungan yang mendalam.

Ya, mengapa yang kaya makin kaya?

Dari perjalanan saya keliling 48 kota mengisi seminar seminar bisnis bergaya stand up comedy, saya akhirnya menemukan jawabannya.

Hampir di semua kota yang saya singgahi, ternyata peserta seminar dan workshop orangnya kebanyakan ya itu itu saja. Bukan wajah wajah baru. Kalau ada relatif sangat sedikit.

Yang akhirnya saya ketahui ternyata mereka kebanyakan sudah punya bisnis bahkan sebagian di antaranya bisnisnya sudah sukses. Tapi kenapa masih mau mengikuti pelatihan pelatihan bisnis bahkan yang berbayar mahal sekalipun.

Jawabannya, ternyata mereka pengen terus tumbuh. Untuk itu mereka terus berburu ilmu. Karena berdasarkan pengalaman mereka selalu ada ilmu baru yang bisa didapatkan ketika mereka mengikuti acara pelatihan. Mungkin tidak semuanya mereka butuhkan, tapi pasti ada beberapa poin yang bisa diambil untuk digunakan dalam meleverage bisnis mereka nanti. Bahkan beberapa masalah atau kelemahan bisnis mereka bisa ketemu solusinya saat dibahas dalam workshop.

Bahkan sebagian hanya untuk menemukan dan mempertebal keyakinan diri bahwa Oh selama ini ia sudah berada di jalur yang benar.

Ya sekedar itu saja, tapi efeknya bisa mendongkrak optimisme yang luar biasa. Hal lain yang mereka dapatkan adalah bisa bertemu dengan orang orang baru sesama pemain bisnis yang bidangnya macam-macam. Di situlah sharing bisnis terjadi. Kadang saling berbagi masalah dan berbagi solusi.

Sehingga masalah bisnisnya yang dipikirkan sendirian sejak lama dan tidak ketemu solusinya, tibatiba ketemu kuncinya saat di workshop. Makanya ketika ada masalah dalam bisnisnya, mereka tidak akan memikirkan sendiri masalahnya.

Karena secara psikologis mereka menyadari bahwa dalam kondisi bisnis lagi ruwet, gak mungkin pikiran mereka jernih dan bisa menganalisis masalah bisnisnya sendiri. Solusinya tidak ada pilihan lain, ia harus mencari orang lain atau second opinion atau ketemu dengan orang yang dianggap lebih paham bidang itu agar ikut membedah masalahnya dan memberikan alternatif – alternatif jalan keluarnya.

Karena itulah mereka datang ke seminar, training, pelatihan, gathering, KopDar, atau apapun namanya. Agar bisa ketemu banyak orang yang sama frekuensinya. Di situlah seringkali solusi-solusi sederhana yang sebelumnya tak pernah terpikirkan tiba-tiba datang begitu saja dan tinggal diactionkan secepatnya. Kesimpulan saya, ternyata orang sukses itu adalah orang orang yang haus ilmu dan haus network.

Mereka selalu datang ketika ada seminar atau pelatihan yang belum pernah diikutinya. Bahkan kadang mau datang lagi di seminar yang pembicaranya sama. Karena mereka yakin akan selalu menemukan hal baru dan koneksi yang baru saat berkumpul dengan banyak orang di seminar yang dihadiri.

Jadi, semakin paham sekarang saya, kenapa peserta seminar itu orangnya kadang itu itu saja. Semakin paham juga yang bisnisnya sudah sukses semakin bertambah sukses saja. Dan akhirnya, yang kaya menjadi semakin kaya saja. Dan tentu saja yang miskin makin miskin, karena mindsetnya tak pernah berubah, temannya Itu-itu saja. Ilmunya tidak nambah, networknya tidak nambah. Semuanya stak, jalan di tempat. Hidupnya tak berubah sedikit pun.

Mereka yang telah sukses itu ternyata sudah sukses sejak di pikiran. Mindsetnya sudah mindset kaya. Mereka mengutamakan investasi leher ke atas. Jika ada ilmu, di mana pun berada, mereka akan kejar sampai dapat. Bahkan tak peduli berapapun harga yang harus dibayar. Karena yakin yang dikeluarkan itu akan menyelesaikan masalahnya dan akan balik berlipat ganda. Mengapa begitu?

Karena adanya ilmu baru dan network baru akan memberikan amunisi baru untuk melesatkan bisnis mereka untuk terus tumbuh dan semakin berkembang.

Jangan SHARE jika tidak bermanfaat. Daripada nggak dapat pahala Menebar Kebaikan lewat media

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Comments are closed.