JALAN-JALAN KE BELANDA Makanan Halal Bertebaran di Amsterdam

0

JALAN-JALAN KE BELANDA

Makanan Halal Bertebaran di Amsterdam

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mencari makanan halal saat kita traveling ke Eropa. Apalagi jika tujuannya ke Belanda. Apalagi jika berada di kota Amsterdam, kota teramai dan pusat turisme Belanda. Restoran halal bertebaran di mana-mana. Jadi, bagi yang muslim dan sangat menjaga kehalalan makanannya, tak perlu kuatir lagi.

Cara paling gampang untuk mencari restoran halal saat di Eropa adalah cari aja kawasan centralnya. Kawasan pusat turismenya. Di sekitar situ pasti akan ada restoran Turki, restoran India, restoran Lebanon, atau restoran Asia. Tinggal eksplor di area itu pasti akan ketemu salah satunya. Cek di google saat di hotel, catat alamatnya, tunjukkan orang yang lewat, pasti akan diarahkan menuju tempatnya. Mudah bukan?

Contohnya saat di Amsterdam. Dari mana pun kita menginap, arah trem yang kita tumpangi akan berhenti di stasiun central. Nah, begitu keluar dari stasiun central dan berjalan di nol kilometer arah Dam Square, kita tinggal pilih mau belok kanan atau kiri. Dua-duanya ada restoran halal.

Jika kita pilih jalan kaki ke arah kanan dan ikuti terus sekitar 100 meter, kita akan ketemu dengan restoran Istambul yang ada menu nasinya. Harganya sekitar 10-12 Euro seporsi. Tapi menunya banyak. Bisa Anda makan berdua.

Nah, di depan restoran Istambul ini ada minimarket Albert Heijn, semacam indomart / alfamart di tempat kita yang menjual aneka makanan dapur. Anda bisa beli beras basmati, telor, susu, air minum, air cola, tempe, indomie yang harganya sangat murah. Jika Anda bawa ricecooker mini, semua itu bisa Anda masak saat di hotel, sehingga bisa makan dengan selera rasa Indonesia. Saya sering melakukan ini. Karena lebih pas di lidah. Tentu saja di koper sudah saya bawa lebih dahulu sambel terasi sasetan dari Indonesia. Kadang juga kornet atau abon kering.

Nah, jika kita ambil jalur yang ke kiri, melewati kanal sungai Damrak, ikuti jalan itu terus sepanjang 150 meter, kita akan ketemu restoran Wau Malaysia. Semuanya halal di sini. Ada nasinya juga. Harganya juga terjangkau. Sekitar 10 Euro dalam porsi jumbo. Restoran ini bahkan menuliskan logo halal di pintunya. Resmi dari lembaga ulama dari Belanda.

Masih ada lagi restoran halal di kawasan ini. Dari restoran Wau tadi tinggal lurus lagi sekitar 100 meter saja, sampai dekat Damrak. Ada restoran Walk In. Ini juga dijamin halal semua menunya dan harganya terjangkau. Bisa bayar pakai kartu kredit, cash, atau kartu debit.

Sebetulnya masih banyak lagi. Di sekitar Museum Sex Amterdam juga ada Doner Kebab, Halal Kebab, dan beberapa merek lain. Tapi di sini tidak ada nasinya. Hanya kebab atau kentang saja. Tapi untuk teman makan sepanjang jalan-jalan menyusuri kota Amsterdam atau jika tidak mau capek bisa naik boat wisata kanal, kentang sudah cukup bisa bikin kenyang. Harganya 2-3 Eu

Kalau bener-bener kangen dengan masakan Indonesia asli, kita bisa memilih restoran Indonesia. Ada tiga restoran yang terkenal. Yakni, restoran Kartika, restoran Kantjil, dan restoran Sampoerna.

Restoran Kartika ada di dekat Rijks Museum. Restoran Kantjl paling banyak dikunjungi turis Indonesia karena paling gampang nyarinya. Cukup naik trem dari central stasiun, nanti pilih jurusan yang arah Spui Straat. Nah turun di halte Spui ini langsung bertemu pintu masuk dan plang restoran Kantjil. Menunya semua serba Indonesia. Mulai soto, rawon, rendang, nasi goreng, lodeh, tempe, sate, semuanya ada di daftar menu. Pelayannya juga banyak yang bisa berbahasa Indonesia. Jadi, serasa tidak sedang berada di Belanda, tapi di Kelapa Gading, atau Tanah Abang, atau di Taman Bungkul Surabaya.

Kalau restoran Sampoerna, ada di tengah-tengah pasar bunga dan souvenir tak jauh dari Central. Lebih tepatnya di tengah-tengah antara Rijks Miseum yang ada ikon iamsterdam dengan Central Station. Jadi, sebetulnya bisa dicari sambil jalan kaki. Sekalian cari souvenir atau bibit bunga tulips di pasar tadisional yang terletak di pinggir kanal ini. Harga-harga souvenir baik gantungan kunci, klompen, korek api, kaos, slayer, topi, dan lainnya lebih murah daripada jika beli di Amsterdam Central. Di restoran Sampoerna ini, menunya hampir sama dengan di restoran Kantjil. Hanya saja ruangannya lebih kecil. Karena posisinya memang di pinggir kanal. Tapi secara pemandangan lebih indah penuh warna.

Saya sendiri kadang mencari makanan halal itu agak lebih jauh dikit. Tinggal ke central station lalu liat papan nama. Trem nomor berapa yang menuju Museum Anne Frank. Nah, 50 meter si sebelah museum Anne Frank ini ada masjid Timur Tengah. Saya sering shalat di situ sekalian menjamak. Nah, di sekitar masjid itu ada beberapa kedai nasi biryani atau tandhori. Ada juga kafe yang menyediakan minuman kopi atau teh dan sejenak kita bisa bersantai di situ sambil memperhatikan aktivitas komunitas muslim di Amsterdam, yang salah satunya terpusat di masjid ini. Satu lagi makanan yang patut dicoba saat jalan-jalan ke Amsterdam. Yakni ikan Haring.

Ikan haring ini ikan kecil yang sudah dipotong kepalanya. Ikannya masih mentah, kemudian dibumbui bawang dan acar. Cara makannya juga unik. Ambil ikannya, kepala mendongak ke atas, lalu masukkan ikan haringnya ke mulut dan kunyah pelan-pelan sampai habis hingga ekornya.

Rasanya memang masih ada amisnya. Tapi, itu gak lama. Karena teksturnya yang lembut dan kenyal ketika dikunyah, membuat rasa amis itu hilang seketika, berganti dengan rasa enak.

Konon ikan haring adalah makanan tradisional para nelayan Belanda yang sudah menjadi tradisi sejak 600 tahun silam. Tapi, ikan haring sendiri bukan ikan yang ditangkap dari perairan Belanda. Ikan haring ditangkap dari perairan Denmark dan melimpah jumlahnya di bulan Mei hingga Juli. Hampir semua restoran di Volendam menyediakan ikan Haring di daftar menunya. Di Amsterdam juga banyak dijumpai kedai kecil yang khusus menyediakan menu ikan haring.

Mau mencobanya? Anda bisa ikut trip sepuluh hari ke Eropa pada musim semi bulan April mendatang.

Tepatnya 2-12 April 2020.

Destinasinya Belanda, Paris, Belgia, dan berakhir di Jerman.

Anda bisa mendaftarkan diri lewat email: matapenaku@ gmail.com untuk bergabung.

Tentu saja lebih cepat lebih baik karena jumlah rombongan tripnya dibatasi.

Musim semi adalah musim terbaik untuk traveling ke Eropa. Siapa mau ikut?* (Among Kurnia Ebo)

 

 

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Comments are closed.