Hidup Itu Harus Happy, Dab!

0

amsterdam_ebo

 

Makan siang bersama teman EU siang kali ini dikejutkan dengan sebuah pertanyaan spontan:

Mas Ebo hidupnya kok enjoy banget toh. Saya belum pernah mendengar mengeluh atau curhat punya masalah. Keliatannya happy tiap saat. Mung dolan-dolan karo ngakak-ngakak tok tiap hari gak onok sambate…..

Sejenak saya taruh sendok saya:
“Dab, nggak ada orang yang nggak punya masalah. Dan masalahnya pasti berat, menurut sikonnya masing-masing pasti dirasakan berat. Aku juga punya masalah. Dan bisa jadi masalahku jauh lebih berat. Tapi kenapa aku harus tertawa setiap saat?”

“Begini!!! Kamu minum dulu deh daripada bengong begitu….”

Buatku orang mengeluh itu tanda kurang bersyukur. Kurang berterimakasih pada Gusti Allah.

Jujur sudah terlampau banyak kenikmatan yang diberikan Tuhan padaku di usiaku yang segini. Aku melihat banyak teman-temanku yang masih jalan di tempat. Tapi aku….

Dikasih bertubi tubi kenikmatan dari Tuhan. Alhamdulillah, rumah untuk tidur ada, mobil agar tidak kepanasan dan kehujanan punya, jalan-jalan sudah tembus ke 55 negara, bisa kenalan dan berguru pada orang-orang hebat di Indonesia, umroh juga bisa tiap tahun, kuliah juga bisa tamat buat nyenengin orangtua, punya bisnis sendiri yang nggak diperintah-perintah orang lain, kartu kredit juga platinum semua……” hahahaha…. kami ngakak bareng!

“Terus kurang apalagi. Buatku itu sudah melampaui doa-doaku. Dulu aku dari kampung, di tengah hutan di Lamongan sana, ke Yogya mimpinya cuma pengen bisa kuliah dan lulus jadi wartawan atau sastrawan. Udah cukup, itu saja. Orang kampungku pasti sudah memandangku itu lompatan hidup yang luar biasa….”

“Kenyataannya, Gusti Allah sayaaaang b
anget karo aku. Awalnya dipertemukan pak Purdie dan komunitas EU. Dari situ mulainya hidupku. Bikin bisnis macam-macam. Lalu sama Mbah Mo diusulkan ke Pak Purdie utk jadi mentor. Berawal dari mentor itulah aku kemudian punya teman-teman yang banyak di seluruh Indonesia. Hidupku menjadi tidak sesusah dulu. Dan terus bertumbuh sampai sekarang. Malah ada yg nganggep aku sudah jadi orang. Padahal itu kan biasa saja, proses yang alami. Semua orang juga akan sampai. Mung wang sinawang wae kuwi. Kabeh iso ngunu kuwi….
Bagiku harta yang paling berharga justru teman-teman EU yang ada di seluruh nusantara itu. Nggak bisa dinilai dengan uang. Adanya cuma kemudahan, kemudahan, dan kemudaahan…. yang belum saya dapatkan di tempat lain. Di komunitas tempatku kuliah pun nggak ada persahabatan yang gilak seperti ini…

Jadi, kalau Tuhan sudah kasih kenikmatan-kenikmatan yang berlimpah ruah melebihi batas impianku sendiri…. opo yo pantes aku ngersulo, apa layak aku mengeluh, kurang ini kurang itu… kalau nuruti kurang maka kita akan kurang terus. Sampai kiamat akan begitu….

“Maka yang kulakukan ya sederhana
‪#‎Banyakin‬ bersyukur… (bentuknya minimal sholat enam waktu dan sedekahnya setiap hari)
‪#‎Kurangi‬ mengeluh dalam hal apapun
Kalau lagi ada masalah ya dibuat santai saja, dibuat ngakak-ngakak dulu, aku menganggap itu Gusti Allah sedang ingin bercanda denganku, ingin ngajak guyon sebentar, jadi aku ya gak boleh marah atau mengeluh atau merutuki keadaan.

Digawe slow wae… dijalani dengan apa adanya, banyak tersenyum dan tertawa, dan jangan sampai protes sedikit pun sama Tuhan. Pokoknya dibikin adem ayem seneng ben Gus Allah marem”

Jadi, untuk apa mengeluh. Wong yang bisa dinikmati sebagai anugerah dan berkah jauh lebih banyak kok.
Apalagi aku yakin betul.
Semakin bersyukur itu semakin banyak kenikmatan yang akan dijatuhkan kepadaku. Bertubi-tubi dan dari arah yang tidak disangka-sangka. Dari orang-orang baik yang kenalan tiba-tiba. Dari macam-macam peristiwa kecil yang tak terduga….

Lain syakartum laazidannakum walainkafartum inna azabi lasadid…
Kuwi wis jelas janji Tuhan sendiri. Ndak mungkin nggak terjadi. Kecuali kita ngeyelan dan suka protes lalu Allah marah sehingga kenikmatannya batal diberikan ke kita dan dipindah ke orang lain yang lebih bersyukur

Wis, ndang dirampungke mangane
Habis ini kita pulang dan
Nanti malam kita lanjutkan ngakak-ngakak di Klatak

Hemmmm…… siang yang panas tapi indah. Memahami ilmu kehidupan itu kadang lebih maknyusss kalau sambil makan di warung pinggir jalan….

Oh, ya hari ini aku belum telpon ibuk. Nanti ingetin ya. Sebelum maghrib harus sudah mengontak beliau. Sekedar tanya kabar kesehatannya dan ngajak tertawa bersama, mentertawakan cerita masa kecilku yang mbeling dan suka mbobol pematang sawah…..

 

ebo_happy

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Comments are closed.