BISNIS ITU JANGAN DIPIKIR DAN JANGAN MIKIR UNTUNG!!

0

Kata Juragan Kampung Bubur ini….

“Dikasih-kasihkan saja barangnya selama sebulan. Nanti kan untung itu datang sendiri. Nggak usah dipikir waktu buka usahanya.”

Dia tidak tahu itu disebut sedekah, apa promosi, apa charity, apa vibrasi, atau apa, yang penting kasih-kasih aja kepada orang dan anak-anak yang lewat depan gerobaknya. Pas sudah habis tinggal menggantungkan spanduk kecil di atas gerainya. Tulisannya:: MAAF HABIS!!!

Pas acara Pesta Wirausaha TDA di Jakarta tahun lalu dia juga bikin kejutan lagi tanpa mikir. Dialah yang menutup acara sedekah TDA dengan langsung menggelontorkan duitnya 100 juta gara-gara dia tidak sabar melihat orang-orang yang mau beli lelang barang sedekah hanya naik dikit-dikit: sejuta, dua juta, naik lima juta, enam juta, sepuluh juta.

“Kesuwen Prov, langsung saya tutup aja seratus. Besok nasib saya gimana nggak saya pikir,” tandas bos M Nur Amin ini santai. “Nyatanya ya sampai hari ini saya baik-baik saja kan. Bahkan nggak ada rencana ke Klatak malah saya sampai Klatak dan malah disuruh cerita gini. Malah bisa ketemu teman-teman lain yang hebat-hebat usahanya.”

.

Itu adalah inti dari pemaparan wong Blitar ini saat memberikan kuliah di Klatak University sebagai dosen tamu tadi malam. Pengusaha bubur bayi yang punya ratusan outlet ini memang punya style yang unik untuk membesarkan usahanya.

Jam kerja usahanya juga unik, cuma dua tiga jam per hari. Buka jam 06.00, tutup jam 08.00 WiB. Tapi omsetnya menembus angka setengah milyar per bulan. Duit dari jualan bubur di gerobak sepanjang Blitar, Tulung Agung, Trenggalek, dan Kediri itu kini disulap menjadi komplek wisata Kampung Bubur, Wisata Edukasi, tepat di samping rumahnya. Seluas kurang lebih setengah hektar, dan dilengkapi berbagai mainan anak-anak. Selalu ramai tiap hari apalagi Minggu.

Tepat seminggu sebelum kuliah di Klatak University tasi malam, ia juga memberikan kuliah entrepreneur di KBRI Singapore di hadapan para TKW yang acaranya dihelat oleh Bank Indonesia.

Dua hari sebelum memberi kuliah di Singapore itu, kami sempat ketemu dan ngopi bareng di kawasan Little India, Penang, Malaysia dilanjut sholat bareng di Masjid Jamek Kapitan Keling, Goerge Town, Penang. Kebetulan aja sama-sama traveling ke Penang, tak ada janjian sebelumnya.

Semua yang terjadi itu, katanya, hampir tak ada dalam rencananya. Mengalir begitu. Terjadi seperti kunfayakun. Kalau pakek diplaning dulu malah mungkin nggak akan pernah klayapan sampe Penang, Kuala Lumpur, dan KBRI Singapore.
.

Apa yang beliau sampaikan pas dengan tema kuliah malam tadi: Jangan Punya Rencana, Jangan Mikir, agar Hidup Selalu Beruntung!

Persis kalau saya traveling. Kepada teman-teman yang jalan bareng selalu saya tekankan, udahlah nggak usah dipikir, nggak usah diremcanakan. Malah bahaya. Jalan itu sebaiknya jalan saja. Kalau punya tujuan malah berbahaya. Bisa bikin tersesat. Tapi, kalau tidak punya tujuan kan enak. Tidak akan pernah tersesat dan pasti sampai, dan lebih kaya pengalaman!

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Leave a Reply