Awalnya Mereka Hanya Bermimpi Saja

0

PADA AWALNYA MEREKA HANYA BERMIMPI SAJA
SAYA MEMBANTU MEWUJUDKAN IMPIAN YANG MUSTAHIL ITU

“Bisnisnya travel ya, Prov? Kok sering banget selfie di luar negeri?,” begitu pertanyaan yang sering ditujukan ke saya. Baik saat selesai mengisi seminar atau saat ketemu di lain tempat.

Nggak! Ndak punya bisnis travel. Tapi bahwa saya hobinya traveling iya. Dan karena banyak yang pengen ngikut maka saya buka saja program jalan-jalan ke Eropa agar bisa traveling barengan. Dan hanya diadakan satu kali setahun saja pas musim semi. Jadi, bukan bisnis. Tapi menyalurkan hobi sekaligus agar bisa menemukan kolega atau sinergi bisnis di sepanjang perjalanan.

Makanya selama perjalanan keliling Eropa itu lebih banyak ngobrolin pengalaman bisnis dan strategi bisnis. Jalan-jalannya mah saya bebaskan aja, terserah pesertanya mau jalan ke mana, berapa lama, sama siapa. Pokoknya bebas! Sepuasnya masing-masing.

Di luar itu saya juga pengen bantu teman-teman khususnya komunitas entrepreneur yang pengen mewujudkan impiannya bisa menginjak benua biru Eropa. Jika mereka belum berani jalan sendiri, bolehlah ikut program saya. Tapi, tahu karakteristiknya, yakni jalan bebas ala backpacker! Bulan traveling manja. Tapi bener-bener traveling gaya bebas yang memaksa pesertanya jadi cerdas jalan mandiri.

among Kurnia Ebo di eropa

Ya, pada awalnya memang hanya mimpi. Saya dulu pun juga begitu. Persis seperti impian mereka. Apa iya saya bisa keliling Eropa dengan kondisi ekonomi yang serba pas begini? Rasanya nggak mungkin

Nyatanya, faktanya, impian itu benar-benar jadi nyata. Waktu umroh pertama kali tahun 2012 silam, doa saya cuma dua saat menghadapkan muka ke Multazam. Ya Allah berikanlah kesempatan hambamu ini agar setiap tahun bisa ke Baitullah. Dan berilah hambaMu ini kesempatan untuk keliling dunia agar bisa menikmati keindahan bumiMu di lima benua.

Doa itu tentu diucapkan dengan setengah bercanda saja. Bisa umroh saja harus disyukuri luar biasa. Kok serakah banget mintanya bisa umroh tiap tahun dan keliling dunia ke semua benua. Rasanya kok mustahil terjadi.

Satu saja, saya ingat guru saya. Nanti kalau sudah di depan Kabah, berdoalah yang menurutmu tidak masuk akal. Mintalah sesuatu yang kamu sendiri rasanya nggak mungkin mewujudkannya.

Namanya berdoa, ya waktu itu nothing to loose saja. Asal ucap saja. Lucunya, diucapkan keras-keras lagi. Hitungannya ya kalau dikabulkan syukur, kalau enggak kan juga gakpapa kan nggak rugi apa-apa juga. Wong modalnya tinggal ngomong doang.

Apa yang kemudian terjadi?

Saya akhirnya membenarkan apa yang dikatakan guru saya itu. Bahwa kalau minta sama Allah itu jangan nanggung. Kalau yakin Allah MahaKuasa, MahaKaya, MahaHebat, MahaTakTerbatas, MahaMengabulkan segala permintaan, maka mintanya yang nggak masuk akal sekalian.

Setelah berdoa di depan Kabah itu ternyata terbentang jalan mudah untuk terwujudnya impian itu. Selalu ada kejutan yang diberikan Tuhan untuk mempermudah jalan.

Lewat seminar Rich Entrepreneur Academy yang sering saya adakan di Jakarta, saya dipertemukan dengan om Deni Tambayong yang waktu itu menjadi ketua harian komunitas Backpacker Dunia. Mulai saat ia masih bekerja kantoran di kantor yang keren tapi tersiksa waktunya sampai akhirnya bisa mendorongnya untuk keluar dari pekerjaannya agar menjadi pengangguran berpenghasilan saja.

Pada saat yang sama saya dipertemukan dengan teman-teman alumni Gontor, bos Nordin Hidayat, bos Muhammad Martin Abdurrahman, dkk yang semuanya jadi pemain kunci di Mekah dan Madinah sehingga saya tiap tahun bisa mengadakan Umroh Backpacker. Di saat yang sama saya ketemu dan membaca buku traveling Eurotrip karya kakak angkatan saya saat kuliah di UGM dulu, mbak Tita. Pada saat yang sama saya ketemu mahasiswa yang baru pulang dari acara debat anakmuda sedunia di kantor PBB di Wina austria, Tony Hardiyanto, si Beruang Kutub.

Berkat tangan-tangan misterius yang didatangkan Tuhan dengan kebetulan-kebetulan itulah dua doa yang tak masuk akal tadi, lambat laun jadi kenyataan. Saat ini saya sudah jalan ke lima benua. Tak kurang dari 80 negara. Dan masih ingin nambah dan nambah lagi. Ada 300 negara di dunia yang belum ada setengahnya saya kunjungi, termasuk negara Karachbach, yang luasnya hanya seluas kampung saya di Lamongan sana. Saya sedang nyari masih ada nggak benua keenam atau ketujuh yang sudah ditemukan, saya akan ke sana juga.

Saya tiap tahun juga bisa umroh sambil mengawal teman-teman yang pengen umroh dengan gaya berbeda dan dengan biaya yang murah tapi dengan fasilitas yang sangat nyaman, sampai pak Kuwat Subarja, pernah bilang kalau Umroh Backpacker kita ini tidak sah.

Among Kurnia Ebo

Ya, pada awalnya saya juga hanya bermimpi saja. Memelihara impian itu. Tanpa tahu bagaimana cara mewujudkannya. Dengan doa dan yakin saja bakal ada jalan, karena percaya Allah itu Maha Tak Terbatas sehingga bakal bisa membantu hambaNya yang punya keinginan apapun yang sepertinya tak masuk akal, ternyata jalan-jalan kemudahan mewujudkan impian itu datang dengan sendirinya, dengan cara yang tak disangka-sangka.

 

Rasanya Tuhan sudah memberikan terlampau banyak dan terlampau berlebih pada hidup saya. Pada permintaan-permintaan saya, yang melebihi ekspektasi. Sebagai wujud saya syukur itulah, maka saya pun berjanji pada diri saya sendiri bakal membantu, menjadi perpanjangan tangan, buat teman-teman yang punya keinginan melihat benua lain. Dengan cara saya, dengan gaya saya, dengan program EuroTrip setiap bulan April itu. Setahun sekali saja. Karena ini bukan bisnis. Ini semacam kopdar saja. Makanya pesertanya dibatasi. Makanya rutenya juga fleksibel. Makanya fasilitas yang dicoba macam-macam. Mulai hotel berbintang, apartemen, hingga guesthouse, supaya bisa merasakan sensasi yang berbeda dan pengalaman yang beragam.

Di luar bulan itu, saya biasanya jalan sendiri. Berdua, bertiga, berempat dan benar-benar untuk menikmati perjalanan. Persis ketika setahun lalu pas bulan Ramadhan di bulan Mei. Saya bertiga bareng Tony Hardiaynto dan bos Dedy Hermanto selama sebulan menghabiskan waktu Ramadhan di beberapa negara Amerika Latin. Pengen merasakan rasanya berpuasa di negara-negara yang muslimnya minoritas: Chili, Peru, Kolombia, Ekuador, Bolivia, dan seterusnya. Keinginan saya bulan-bulan ke depan adalah pengen jalan ke Uzbekistan, Kyrgistan, Tajikistan, dan negara-negara tan pecahan unisoviet lainnya.

Foto-foto ini adalah sebagian dari para peserta Eurotrip yang saya bantu untuk wujudkan impiannya mengunjungi negara-negara Eropa yang diimpikan: entah Eropa Barat maupun Eropa Timur.
Sebagian dari mereka juga seperti saya. Memulainya hanya dengan berdoa dan bermimpi yang tidak masuk akal.*

 

Aming Kurnia Ebo

 

among Kurnia Ebo di eropa

 

 

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Comments are closed.