Adakah Suara Adzan di Bogota?

0

Kolombia ini negerinya kartel narkoba. Pusatnya ada di kota Medelin, salah satu dari lima kota besar di Kolombia. Kalau naik bis dari Bogota butuh waktu sembilan jam perjalanan menuju ke sana.

Tapi, sekarang Medellin jadi salah satu tempat wisata yang menarik. Kalau dulu menakutkan karena orang langsung teringat nama Pablo Escobar yang diimejkan sadis dan kejam, sekarang kesan itu sudah meredup, menjadi kota cantik yang menarik dikunjungi, malah jadi ikon utama kalau lagi traveling ke Kolombia.

Dan ternyata, ada satu fakta lagi yang menarik dari Medellin. Ini adalah kota dengan pertumbuhan umat islam paling pesat. Tiap hari ada yang menjadi muallaf. Tak kurang dari 100 orang per bulannya. Hampir semua adalah warga lokal yang awalnya tertarik Islam karena adanya larangan makan babi dan kenapa kalau kencing atau beol harus cebok.

Secara keseluruhan memang populasi muslim tidak banyak. Hanya sekitar 0,05% dari total jumlah penduduk Kolombia yang jumlahnya 45 jutaan jiwa. Tidak ada catatan pasti berapa jumlah muslimnya, tapi di kisaran 75-100 ribu orang, yang kebanyakan adalah imigran dari Libanon, Suriah, atau Paletina.

Meski 90% penduduk Kolombia beragama Katolik dan sempat menjadi agama resmi negara, namun minoritas Islam diberikan ruang untuk hidup dan tumbuh. Itulah sebabnya bisa berdiri banyak masjid dan islamic center. Terutama di kota-kota seperti Bogota, Medellin, Narino, Maico, Santa Marta, dan Guajira.

Di ibukota negara Bogota sendiri setidaknya ada tiga masjid. Salah satunya adalah Masjid Abubakar asSidiq yang berlokasi di pinggir jalan raya utama, sehingga cukup mencolok diliat semua orang.

Sayangnya, karena jumlah orang muslim di Bogota ini hanya sekitar 500-an orang, maka masjid ini hanya buka pada jam-jam sholat dan hanya ramai saat sholat Jumat. Ini mengingatkan saya pada kondisi masjid Jamik di Roma Italia, persis seperti itu kondisinya.

Entoh begitu, sungguh luar biasa, ternyata Islam memang ada di mana-mana. Bahkan di negeri kartel narkoba ini. Di antara suasana kehidupan sehari-hari yang masyarakatnya menganggap alkohol, ganja, seks bebas adalah hal yang biasa, masih ada segelintir minoritas yang memberikan pencerahan, mendidik generasi-generasi baru dengan perilaku yang lebih baik dan benar.

Itulah sebabnya komunitas muslim di Bogota dan Medellin juga mendirikan sekolah sendiri untuk anak-anaknya. Setidaknya sudah ada sekolah islam dari SD sampai SMP, yang digunakan untuk memberi pondasi akidah kepada anak-anak di komunitas muslim mereka.

Sementara di Maico, ada masjid terbesar kedua di kawasan Amerika Latin. Masjid itu bernama Masjid Oemar bin Khottob. Ternyata, adzan pun tetap berkumandang di negeri narkoba. Bahkan punya masjid raksasa.

#Panduan Moeslim Backpacker

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Comments are closed.