Profesi #Futuristik itu adalah #Penjual Ludah

0

Jam dua malam. Kami masih berada di kawasan Pondok Pesantren Mlangi Sleman. Salah satu pesantren tertua di Yogyakarta. Saya mau bertemu Guru Spititual Klatak University Syeikh Mugihardi. Maksud hati hanya sekedar silaturahmi saja. Lama tak ngopi dan udud bareng. Ditemani Suhu Property tersehat di Indonesia, Ardhian Denka, Presiden Indonesia Property Club.

Seperti biasa perbincangan tengah malam adalah perbincangan yang tak pernah jelas temanya. Yang penting suplai gedhang goreng tak pernah habis di meja makan tamu. Hanya itu yang bisa bikin betah. Selama #logistik ada maka logika akan jalan. Bukankah demikian?

Pertama-tama tentu kita berbincang tentang politik. Karena mendekati Pilpres April besok tema yang paling seksi saat ini adalah perbincangan politik. Kita mendiskusikan fenomena yang terjadi sekarang dan bagaimana membaca prediksi siapa yang menang kemudian. Lengkap dengan teknik-teknik #kampanye yang kita baca apakah itu natural apakah by desaign.

Selanjutnya kita ngomongin tentang komunitas #Entrepreneur University yang setahun belakangan bangkit lagi di beberapa kota dengan peminat yang cukup mengejutkan. Disambut antusias lagi dan banyak yang berterimakasih karena dengan masuk #komunitas EU mereka merasa mendapat banyak insight baru sebagai solusi atas masalah yang menimpa bisnisnya.

Terakhir kita bicara soal profesi-profesi yang akan berkembang dan tumbuh melesat di masa depan. Terutama di zaman yang berkembang ke konsep milenial. Ada ratusan profesi yang akan #hilang dan ada puluhan profesi baru yang akan bermunculan yang sekarang belum ada bahkan dibayangkan aja tidak bisa. Profesi baru itu akan muncul dengan sendirinya bersamaan hadirnya momentum baru yang juga tak terduga. Dunia memang sudah berkembang cepat secara #eksponensial.

Contohnya profesi Youtuber. Lima enam tahun yang lalu profesi ini belum ada. Bahkan dibayangkan saja belum. Tapi liatlah sekarang. #Youtuber adalah salah satu profesi pilihan anak-anak muda milenial. Kerjanya cuma duduk-duduk dan jalan-jalan tanpa banyak mikir dan hampir nggak keluar keringat tapi hasilnya bisa dapat milyaran.

Duit datang bermilyar-milyar itu dengan gampang berasal dari cuap-cuap lidahnya. Makin banyak ludahnya nyemprot makin besar potensi dapat duitnya. Ludah adalah modal utama dan paling penting dalam profesi-profesi seperti ini.

Apakah ada contohnya? Banyak! Anak-anak muda yang umurnya baru 20-an tahun tapi penghasilannya sudah ratusan juta hingga milyaran tanpa harus bekerja. Misalnya sebut saja nama #Atta Halilintar, kerjaannya hanya cekakak cekikik dan mengaplod kekonyolannya di youtube. Hasilnya, bisa ratusan juta per bulan. Milyaran pertahun. Ludahnya benar-benar mahal. Hingga ada istilah yang sering dipakai saat bercanda: kalau mau tajir melintir jadilah penjual ludah.

Di kalangan artis, semua penonton televisi juga tahu, ada yang namanya #Ria Richis. Kerjaannya ya cuma cekakak cekikik saja. Makan-makan, jalan-jalan, kongkow-kongkow. Kegiatannya direkam kemudian diaplod di youtube. Hasilnya, duit datang milyaran dengan sendirinya. Penghasilan dari youtube ini bahkan jauh berlipat-lipat dari pendapatannya sebagai artis. Jadi artis itu hanya buat aktualisasi dan eksistensi diri saja, plus prestise. Sebelum Ria, sebetulnya sudah ada yang menjadi pionirnya, Raditya Dika. Yang juga dapat penghasilan milyaran dari youtube! Begitulah adanya.

Selain Youtuber, belakangan juga muncul profesi semacamnya: SelebGram. Ada juga Advertiser FBads. Ada Dropshiper. Ada Affiliate Marketer. Ada Cashbacker Virtual. Dan macam-macam istilah profesi lainnya yang lima tahun lalu belum ada dan baru muncul di jaman G 4.0 sekarang ini. Ke depan tentu akan semakin banyak profesi-profesi baru yang tak pernah kita dengar namanya sebelum ini.

Konsep mereka sudah #ManD4F. Manusia yang Datang Duduk Diam Datang Fulusnya. Nggak perlu ngeluarin banyak keringat, nggak perlu terlihat tampak sibuk, nggak perlu punya pakaian seragam, nggak perlu punya kantor yang mentereng. Karena yang tampak sibuk setiap hari dan seragamnya keren, malah seringkali nggak kaya-kaya. Gitu-gitu aja hidupnya. Duitnya sedikit, sedekahnya sedikit, pikniknya juga sedikit.

Jadi, berdasarkan fenomena-fenomen itu menurut saya, profesi yang sangat #prospektif di masa depan adalah Penjual Ludah. Hasilnya besar, kerjanya nggak perlu keras, tapi punya prestise tinggi. Jadi, anak-anak muda kids jaman now harus dididik menjadi Penjual Ludah semuanya. Masa depannya pasti cerah, kreativitasnya berkembang, dan berpotensi juga menjadi selebritis kelas dunia.

Modalnya cuma #Ludah saja. Makin banyak ludahnya akan makin #tajir hasilnya! Itulah profesi futuristik!

Didekasikan teruntuk guru-guru besar kehidupan saya: Danny Hernowo Arif Rahutomo Ahmad Faiz Zainuddin Imam Elfahmi Iqbal Maulana Denn Baas Deni Tambayong Tony Hardiyanto Anke Dwi Saputro Muhammad Nurul Banan Noeryanto A. Dhipuro

#kalau mau share nggak usah minta ijin. Saya belum pernah jadi pegawai Dinas Perijinan. Jadi, prosedur mengeluarkan surat ijin itu harus bagaimana juga nggak tau. Pokoke share share aja langsung. Puyeng saya kalau dimintai ijin segala.

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Comments are closed.