Menyulap KTP menjadi Mesin Uang Produktif

0

 Stand Up Comedy Bisnis, Hadir kembali menggoyang kota….

#GRESIK, Saptanawa 8-9 September 2017
Eo 0857.3388 5555

#BALIKPAPAN Amaris 16-17 September 2017
JAM 5 Sore-9 malam

#PALANGKARAYA Perdana, 23-24 September 2017
Eo 081346 333334

#PALEMBANG Amaris, 7-8 oktober 2017

TRIK Buka Bisnis dan Keliling Dunia Modal KTP . .

Pernah dengar ada yang bilang pengen buka usaha dan kembangkan bisnis tapi nggak punya modal? Hemmmm, banyak kali ya? Padahal modal itu sebetulnya sudah ada di dompetnya masing-masing.

Ada KTP kan di dompet. Itulah modal. Dan sebenarnya setiap orang sudah punya modal besar untuk memulai atau mengembangkan bisnis. So, modal itu bukan masalah dalam bisnis. Modal itu mudah dan ada di mana-mana…. . Banyak orang alergi dengan kartu kredit.

Pokoknya yang berbau kartu kredit langsung divonis negatif. Padahal yang sebenarnya tidaklah demikian. Dengan penggunaan yang benar, kartu kredit itu justru bisa menjadi Dewi Fortuna bagi Anda. Bukan saja akan sangat menolong Anda saat menjelajah negara-negara yang sudah paperless (alergi uang tunai) tapi berguna untuk memback up kegiatan bisnis Anda.

Itu yang selalu tekankan di seminar dan workshop Rich Entrepreneur Academy yang sudah tergelar di 48 kota dan 9 negara. Asal dipakai untuk hal produktif, untuk mengembangkan bisnis Anda, maka kartu kredit akan menjadi sahabat terbaik dalam hidup ini. Yang akan banyak menolong hidup anda ketika banyak teman anda menghindar menjauh saat diminta pertolongan. Adakah contohnya? Banyak! Hampir di setiap kota ada alumni Rich yang melesat hidupnya setelah mempraktekkan ilmu shortcut ini.

Seorang mahasiswa, dari keluarga biasa, dua tahun lalu galau, mau apa dengan ilmu yang dipelajari di kampusnya bertahun-tahun itu. Satu pun nggak ada yang aplikatif. Lalu ia praktekkan ilmu workshop Rich dengan mulai dari kartu kredit.

Saat ini masih punya 3 kartu kredit dan masih mahasiswa karena mulai malas melanjutkan kuliahnya. Berbekal tiga kartu kredit itulah ia memulai dan mengembangkan bisnisnya. Adakah hasilnya? Hemmmm, jangan ditanya. Hanya dua tahun semenjak mempraktekkan jurus-jurus jitu di workshop Rich, sekarang anakmuda ini sudah punya beberapa bisnis. Semua dimulai dari nol. Dari KTP berstatus mahasiswa yang ada di dompetnya.

Dari beromset satu dua juta di bulan-bulan pertama, kini sudah melambung di kisaran 500 juta. Keuntungan bersihnya tak kurang dari 30 hingga 40 juta. Setiap bulan. Masih mahasiswa, hanya bermodal KTP, dan memulai bisnis dari laptop yang setiap hari ada di dalam tasnya.

Dari hasil itu, ia sudah merasakan banyak manfaatnya. Mulai dari bisa menguntungkan ibunya dengan umroh eksklusif, beli dua petak sawah di desanya untuk dikelola keluarganya, dan hari ini bisa mengeksekusi satu kios di pasar Baureno Bojonegoro. Untuk memudahkan mobilitas dia beli satu mobil yang masih kinyis-kinyis. Semuanya dibeli cash.

 

Dan satu lagi, dia juga sudah berkeliling ke 36 negara, di saat teman-teman lainnya masih sibuk dengan tugas dan makalah di kampusnya. Wawasan dan pengalamannya masih muter-muter di seputar kampus saja. Dia sudah menginjak lima benua, semua berawal dari satu keping kartu kredit. Mungkin ada yang tidak percaya dengan cerita bombastis model begini.

Baiklah, silahkan tanya langsung pada sang mahasiswa itu, Tony Beruang Kutub. Atau kalo mau agak jauh lagi, tanyakan ke temannya saat kuliah dulu, yang tau perjalanan hidupnya dari nol hingga melesat sekarang ini: Abed Moeslim.

Anak muda yang juga hebat ini, pasti bisa bercerita banyak dan detil tentang sosok yang saya ceritakan. Adakah yang lain? Banyak! Nggak mungkin saya ceritakan semuanya. Kalo tidak keberatan biarlah nanti mereka sendiri yang bercerita di sini.

Tapi, saya mau cerita lagi sosok anakmuda yang pernah ikut workshop Rich setahun yang lalu. Wahyu Joko Susilo, alumni Rich angkatan 4 Solo. Ini orang sebetulnya mau terbang ke Kalimantan untuk melamar kerja di perusahaan pertambangan. Tapi gara-gara ikut seminar dan workshop Rich, tiket itu dihanguskan dan dia tidak pernah sampai di Kalimantan sampai detik ini.

Apa katanya waktu hadir di seminar tiga hari lalu di hotel Sunan dan bersedia bercerita sebagai alumni tentang manfaat yang didapatnya sehabis ikut workshop Rich? “Waktu ikut workshop itu terus terang saya pusing harus memulai dari mana. Terlampau banyak ilmu yang diberikan. Dan dahsyat semua.

Akhirnya saya fokuskan saja mulai dari KTP dan langsung Action di situ. Alhamdulillah, setelah saya praktekkan, bulan keenam sudah saya rasakan panennya. Sekarang sudah setahun dua bulan jalan, omset sudah tembus 100 juta ke atas. Dengan keuntungan minimal 10 juta per bulan. Tanpa harus terikat waktu dan tak perlu ngantor tiap hari. Di situ saya baru ngeh, ternyata maksud kata-kata makin tidak bekerja akan makin banyak duitnya. Kalo punya ijazah sobek saja.

Pekerjaan itu tidak penting, yang penting penghasilannya. Ijazah saya bener bener nganggur sekarang. Yang banyak bermanfaat malah KTP yang dulu saya remehkan. Itu baru Action. Saya belum bisa bayangkan kalo semua ilmu workshop saya praktekkan, mungkin bisa pecah ndase. Wong sekarang saja sudah ada yang curiga saya piara tuyul kok. Gimana mungkin nggak bekerja, cuma duduk duduk doang di rumah duit banjir sendiri. Nggak pernah pergi ke kantor atau kerja di perusahaan mana gitu, ” jelas Wahyu

Silahkan Tonton Video Dibawah Ini 

Facebook Comments
Share.

About Author

AMONG KURNIA EBO Provokator Bisnis Otak Kanan. Mentor Kaporit di Entrepreneur University. Founder Rich Entrepreneur Academy. Rektor Klathak University Yogyakarta. Pembicara Entrepreneur untuk TKI di berbagai negara (Hongkong, Macau, Jepang, Korea, Kuwait, Dubai, Jeddah, Malaysia, dan Australia). Mentor Bisnis untuk Program MPP di BRI, BNI, Astra, Jasa Raharja, & Semen Gresik). Mantan Wartawan Jawa Pos Group.

Comments are closed.